Selamat Menyambut Bulan Ramadan Isnin 6 Mei 2019 Dan 5 Keistimewaan Bulan Ramadan


Umat Islam di Malaysia akan mula berpuasa pada Isnin, 6 Mei 2019.

Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja, Syed Danial Syed Ahmad ketika mengumumkannya berkata tarikh permulaan puasa bagi negeri-negeri di seluruh Malaysia telah ditetapkan pada hari tersebut bagi menurut perintah Yang di-Pertuan Agong setelah diperkenan oleh Duli-Duli Yang Maha Mulia Raja-Raja.


Pengumuman ringkas itu disiarkan secara langsung menerusi Radio Televisyen Malaysia (RTM), sebentar tadi.

Sebelum ini, Pejabat Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja melalui satu kenyataan menetapkan tarikh melihat anak bulan Ramadan bagi menetapkan permulaan puasa untuk umat Islam di Malaysia ialah pada hari ini, 5 Mei, Ahad bersamaan 29 Syaaban 1440 Hijrah.

Jawatankuasa berkenaan melihat anak bulan Ramadan di 29 lokasi di seluruh negara.

Majlis Raja-Raja telah mempersetujui bahawa cara menetapkan tarikh permulaan puasa adalah berdasarkan rukyah dan hisab.

5 Keistimewaan Di Bulan Ramadan

Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa umat Islam mendapatkan lima keistimewaan dengan datangnya bulan Ramadhan sebagaimana beliau tegaskan berikut ini:

أُعْطِيَتْ أُمَّتِي خمسَ خِصَالٍ في رَمَضَانَ لَمْ تُعْطَهُنَّ أمَّةٌ من الأُمَمِ قَبْلَهاَ

Artinya: “Di bulan Ramadhan umatku diberi lima keistimewaan yang tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya.”

Kelima keistimewaan Bulan Ramadhan tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama,

خُلُوْفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ اْلمِسْكِ

Artinya: “Bau mulut orang yang berpuasa di hadapan Allah lebih baik dari pada minyak kasturi.”

Secara jujur kita mengakui bahawa bau mulut orang berpuasa tidak sedap. Hal ini terjadi kerana produksi air liur dalam mulut dan dalam saluran pencernaan berkurang sehingga menjadi lebih kering. Akibatnya timbul bau mulut yang khas yang tak jauh berbea dengan ketika kita baru bangun tidur. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan memperbanyak konsumsi air putih selama berbuka hingga sahur. Cara lain adalah menggosok gigi sehabis sahur atau paling akhir sebelum masuk waktu Zohor. Setelah Zohor, menggosok gigi ataupun siwak tidak dianjurkan kerana hukumnya makruh. Oleh kerana itu setelah Zohor bau mulut yang tak sedap itu tidak perlu dirisaukan karena bagi Allah bau seperti itu lebih baik dari pada bau minyak kasturi.

Selain itu, perlu kita sedari bahawa bau mulut yang tak sedap itu sesungguhnya memiliki hikmah atau manfaat tertentu. Misalnya, bau itu menjadi salah satu pembezaan antara orang berpuasa dengan yang tidak berpuasa. Dengan bau seperti itu orang yang berpuasa akan cenderung lebih banyak diam dari pada bicara yang tidak perlu. Apalagi berkata yang tidak baik, jelas hal seperti itu tidak keluar dari mulut orang yang berpuasa karena hanya akan mengurangi kualiti ibadah puasanya.

Maka dengan bau tak sedap seperti itu orang-orang berpuasa diharapkan dapat menyedari keadaanya sehingga perlu menjaga mulutnya dengan baik dari kata-kata kotor, misalnya dengan memperbanyak tadarus Al-Qur’an, berzikir, istighfar, selawat dan sebagainya. Dengan memperbanyak ibadah lisan seperti itu sudah pasti bau tak sedap itu akan mendapat perimbangkan dan kemudian diganti oleh Allah dengan bau-bau wangi yang bahkan lebih wangi dari pada minyak kasturi yang berasal dari rusa jantan.

Kedua,

وَتَسْتَغْفرُ لَهُمْ اْلمَلاَئِكَةُ حَتىَّ يُفْطِرُوْا

Artinya: “Orang-orang yang berpuasa semuanya dimintakan keampunan oleh para malaikat hingga mereka berbuka.”

Keistimewaan kedua ini, menjadi keuntungan besar bagi orang-orang yang berpuasa. Kita semua tahu bahawa malaikat adalah makhluk yang tak kenal maksiat kepada Allah sehingga doa-doanya mudah dikabulkan. Para malaikat itu dari saat imsak hingga berbuka senantiasa memintakan ampunan kepada Allah agar orang-orang berpuasa diampuni dosa-dosanya. Sekali lagi ini merupakan keuntungan besar bagi kita kerana kita sendiri terkadang merasa was was apakah istighfar kita diterima Allah kerana faktanya kita sering megulang kesalahan atau dosa yang sama setelah berkali-kali memohon ampun atas dosa-dosa yang sama.

Oleh kerana itu sekali lagi di bulan puasa ini kita mendapat anugerah yang luar biasa dimana para malaikat mendoakan orang-orang yang berpuasa secara terus menerus dari saat imsak hingga saat berbuka yang durasinya mencapai kira-kira 14 jam. Kita sendiri tak mampu melakukan istighfar secara terus menerus hingga selama itu.

Ketiga,

وَتُصَفَّدُ فِيْهِ مَرَدَّةُ الشَّياَطِيْنِ ، وَلاَ يُخْلِصُوْنَ فِيْهِ إِلَى مَا كاَنُوْا يُخْلِصُوْنَ فِي غَيْرِه

Artinya: “Di bulan ini para syaitan dibelenggu yang semuanya tidak dapat lepas seperti di bulan lainnya.”

Kita semua tentu merasakan di bulan Puasa kita menjadi seperti malas untuk berbuat apa saja kecuali ibadah. Semangat kita untuk beribadah meningkat dibandingkan dengan di luar bulan Ramadan. Hal ini terjadi kerana syaitan-syaitan dibelenggu hingga selesainya Ramadan. Ini semua merupakan kemurahan Allah dalam rangka memberi kesempatan kepada kita untuk menambah pundi-pundi amal ibadah kita. Di luar Ramadan mungkin kita lebih banyak berpikir dan melakukan hal-hal yang bersifat duniawi saja.

Dengan dibelenggunya syaitan-syaitan di bulan Ramadhan, maka secara teori setidaknya kemaksiatan perlu ditekan serendah-rendahnya. Kemaksiatan-kemaksiatan yang ada tentu sulit dikaitkan dengan keterlibatan syaitan. Jika demikian halnya, maka kemaksiatan-kemaksiatan itu timbul kerana kesalahan kita yang tidak mampu mengendalikan nafsu yang ada dalam diri kita sendiri.

Keempat,

وَيُزَيِّنُ اللهُ لَهُمْ كُلَّ يَوْمٍ جَنَّتَهُ، ثُمَّ يَقُوْلُ : يُوْشِكُ عِبَادِيْ الصَّائِمُوْنَ أَنْ يُلْقُوْا عَنْهُمْ الْمَئُونَةَ وَاْلأَذَى وَيَصِيْرُوْنَ إِلَيْكَ.

Artinya: “Setiap hari di bulan Ramadhan Allah memperindah syurga untuk orang-orang yang berpuasa. Kemudian Allah berfirman: “Para hamba-Ku yang melakukan puasa hampir menemukan hasil dan jerih payahnya hingga sampai kepadamu (wahai syurga).”

Keistimewaan keempat ini dimana Allah menghiasai syurga dengan indahnya untuk menyambut para hamba-Nya yang berpuasa, menunjukkan bahawa ibadah puasa memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Kepada syurga Allah berfirman, “Para hamba-Ku yang berpuasa hampir menemukan hasil dari jerih payahnya hingga sampai kepadamu.” Kalimat ini mengandungi erti bahawa tak ada balasan bagi orang-orang berpuasa kecuali syurga kerana ibadah puasa memang untuk Allah sehingga Allah sendiri yang akan membalasnya sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Artinya: “Semua amal manusia adalah miliknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya.”

Hadits tersebut mengungkapkan bahwa ibadah puasa urusannya dengan Allah ﷻ. Allah yang memerintahkan, Dia pula yang mengatur segala sesuatunya. Tidak ada orang sakit atau bahkan mati karena puasa. Justru yang terjadi orang bisa sakit atau bahkan mati karena makan terlalu banyak atau over dosis. Manfaat puasa juga diakui oleh dunia kedoktoran yang dikenal dengan puasa medis selama waktu tertentu sebelum seorang pasien menjalani pemeriksaan darah di sebuah laboratorium.

Kelima,

وَيَغْفِرُ لَهُمْ فِيْ آخِرِ لَيْلَةٍ ، قِيْلَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ : اَهِيَ لَيْلَةُ اْلقَدَرِ ؟ ، قَالَ : لاَ ، وَلَكِنَّ الْعَامِلَ إِنَّمَا يُوَفَّى أَجْرُهُ إِذَا قَضَى عَمَلَهُ

Artinya: “Dan di akhir malam bulan Ramadhan Allah memberikan keampunan. Kemudian Rasul. ditanya apakah itu malam Lailatul Qodar? Beliau. menjawab: “Bukan, hanya saja bagi orang yang beramal maka akan mendapatkan pahala ketika sudah selesai mengerjakannya.”


Dalam keistimewaan kelima ini, Allah mengampuni orang-orang berpuasa pada setiap akhir malam, dan itu bukan merupakan lailatul qadar. Lailatul qadar adalah satu hal dan ampunan Allah pada setiap akhir malam di bulan Ramadhan merupakan hal yang lainnya. Artinya Orang-orang berpuasa berhak mendapatkan ampunan sebagai imbalan ibadahnya kepada Allah. Sedangkan Lailatul qadar diberikan kepada orang-orang tertentu sesuai dengan pilihan Allah sendiri. Maka beruntunglah mereka yang selain mendapatkan ampunan dari Allah tetapi juga mendapatkan kebaikan lailatul qadar yang nilainya lebih tinggi dari pada kebaikan seribu bulan.

Jika keistimewaan kelima ini dihubungkan dengan keistimewaan kedua diatas, yakni Malaikat memintakan ampunan kepada Allah untuk orang-orang yang berpuasa, maka menjadi jelas bahawa orang-orang berpuasa diampuni dosa-dosanya sebagaimana juga disabdakan Rasulullah dalam hadits beliau yang diriwayatkan dari Abi Hurairah:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan semata-mata karena Allah dan mengharap ganjaran dari pada-Nya, maka diampunilah dosa-dosanya yang lepas.”

Kelima hal diatas sebagaimana telah diuraikan merupakan keistimewaan bulan Ramadan yang hanya diberikan kepada umat Nabi Muhammad. Kita bersyukur bahawa kita semua menjadi umat beliau. Untuk itu semoga kita semua dapat menjalankan ibadah puasa tahun ini dan tahun-tahun berikutnya dengan sebaik-baiknya sehingga kelima keistimewaan diatas dapat kita raih seluruhnya.

Amin ya rabbal alamin.

Di kesempatan ini saya ingin mengucapkan 'Selamat Menyambut Ramadhan' kepada anda semua. Semoga Ramadhan kali ini menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

0 Response to "Selamat Menyambut Bulan Ramadan Isnin 6 Mei 2019 Dan 5 Keistimewaan Bulan Ramadan"

Post a Comment